Sejarah Desa Keseneng

  1. Asal-Usul Pembentukan Desa

Desa Keseneng berdiri pada tahun yang tidak diketahui sejarahnya. Diperkirakan berdiri pada abad 18 ketika terjadi perang Diponegoro melawan Belanda. Sehingga desa Keseneng ini lahir sebelum Indonesia  merdeka pada tahun 1945.

Hingga saat ini pemerintah desa Keseneng belum menemukan dokumen dan bukti sejarah yang menyebutkan tahun berdirinya desa Keseneng. Sejarah desa Keseneng hanya bisa dirunut berdasarkan cerita lisan yang berkembang secara turun menurun di tengah masyarakat, bahwa Desa Keseneng didirikan oleh seorang prajurit pengikut Pangeran Diponergoro pada abad ke 18 yang berasal dari Yogyakarta. Siapa nama prajurit tersebut, hingga saat ini belum ada dokumen dan bukti sejarah yang menorehkan nama pendiri desa Keseneng pada saat itu.

Menurut riwayat dari cerita yang berkembang di penduduk, desa Keseneng merupakan desa pindahan dari Desa Bantir. Perpindahan itu dikarenakan Desa Bantir mengalami wabah penyakit dan bencana alam tanah longsor yang mengakibatkan sebagian rumah hilang. Kemudian setelah terjadi tanah longsor ada penduduk yang menggembala kambing sampai lokasi desa Keseneng pada saat ini. Mereka yang berpindah ke desa Keseneng merasa cocok dengan lokasi tersebut. Sehingga mereka memutuskan untuk berpindah ke tempat yang sekarang menjadi Desa Keseneng.

Sejarah ini ditulis berdasarkan cerita secara turun-temurun. Salah satu narasumber yang  menjadi rujukan penulisan sejarah desa Keseneng  adalah Sekdes Keseneng periode 1977-1987 yaitu Bapak Prapto Diharjo yang menceritakan sejarah berdirinya desa Keseneng.

  1. Pemimpin Desa
  1. MUGIHARTO, S.IP                  : Periode 2014 – 2019

Mugiharto adalah mantan Kepala Desa Keseneng Periode 2006 – 2013 yang mencalonkan diri kembali sebagai Kepala Desa Keseneng untuk periode 2014 – 2019 dan terpilih kembali. Pada masa kepemimpinannya telah tercapai beberapa prestasi, diantaranya Desa Tertib dan Taat Pajak Bumi Dan Bangunan. Desa STBM Pertama di Kabupaten Wonosobo, Selain itu juga mampu menciptakan transparansi di bidang pemerintahan. Beliau juga mendapat penghargaan dari Bupati Wonosobo sebagi Kepala Desa terbaik Kabupaten Wonosobo tahun 2018

  1. MUGIHARTO, S.IP                     : Periode 2006-2013
     

Mugiharto lahir pada tanggal 9 Mei 1977 di Wonosobo. Pendidikan terakhir adalah Sarjana Ilmu Pemerintahan. Beliau adalah anak kedua dari Mulyadi Sastro yang merupakan mantan Kepala Desa Keseneng periode 1986 – 1997.

Pada tahun 2006 ia mencalonkan diri sebagai Kepala Desa dan ia terpilih menjadi Kepala desa Keseneng Periode 2006 – 2013

  1. FENDI WALUYO                 : Periode 1997-2006

Fendi Waluyo. Lahir di Wonosobo 19 Januari 1965. Pendidikan terakhir beliau adalah SMP. Sebelum menjadi kepala desa beliau adalah sekretaris desa Keseneng. Ia menjabat selama satu periode. Pada masa kepimimpinannya, pertama kali yang membangun kantor desa.

  1. MULYADI SASTRO              : Periode 1986-1997

Mulyadi Satro. Lahir di Wonosobo 26 Januari 1947. Beliau merupakan ayah dari Mugiharto dan anak kedua dari Sastro Dimejo yang merupakan Mantan Kepala Desa periode 1942 - 1954. Beliau menjabat sebagai Kepala Desa Keseneng sejak tahun 1986 – 1977. Beliau merupakan salah satu orang yang berperan dalam pembanguan Daerah Kabupaten Wonosobo berupa jalan Lingkar Utara.

Pada tahun 1987 beliau merupakan pelopor pendiri masjid Al-Muttaqin.

  1. SIRWOTO                         : Periode 1954-1986

Sirwoto. Lahir di Wonosobo tahun 1928. Adalah Kepala Desa yang mempunyai masa jabatan paling lama dalam sejarah Desa Keseneng. Beliau adalah tokoh pencetus air bersih masuk desa. Beliau wafat pada tahun 2002.

  1. SASTRO DIMEJO                : Periode 1942-1954

Sastro Dimejo. Lahir di Wonosobo tahun 1922. Beliau adalah putra pertama dari Tarmo Rejo yang merupakan mantan Kepala Desa Periode 1920 – 1942. Dalam masa kepemimpinannya, beliau mampu menyetarakan gender. Hal ini terbuktidari terbentuknya beberapa kelompok yang anggotanya terdiri dari kaum perempuan. Beliau wafat pada tahun 1994

 

  1. TARMO REJO                    : Periode 1920-1942

Dalam era kepemimpinan Tarmo Rejo, beliau adalah petinggi Lurah se Kecamatan Mojotengah atau dalam istilah setempat disebut Glondong. Beliau adalah putra pertama dari Suro Semito yang merupakan mantan kepala Desa periode 1903 -1915. Beliau wafat pada tahun 1979.

 

  1. MBAH BAHU                     : Periode 1915-1920

Mbah Bahu adalah putra kedua dari Suro Semito. Beliau menjadi kepala Desa karena menggantikan ayahnya yang pada waktu itu memilih menjadi Pejuang Tanah Air. Beliau meninggal pada saat masih menjadi kepala desa.

 

 

 

  1. SURO SEMITO                             : Periode 1903-1915

Suro Semito adalah ayah dari Mbah Bahu dan anak dari Suro Drono. Tidak banyak yang mengetahui tentang sejarah kepemimpinannya. Beliau wafat pada saat masih menjadi kepala desa.

  1. SURO DRONO                    : Periode dari tahun tidak diketahui sampai

dengan 1903 M.

Surono Drono. Beliau adalah kepala desa pertama di Desa Keseneng. Tidak banyak catatan sejarah yang menceritakan dan menyebutkan peran Suro Drono dalam sejarah pemimpin desa.


Total Dibaca

Kami mengatakan tidak untuk

Contact Details

Telephone: 081327327446
Email:  keseneng.mojotengah@gmail.com
Website: https://keseneng-mojotengah.wonosobokab.go.id

Jl. Soepardjo Rustam km. 06 Desa Keseneng , Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo